Slot88 Gacor Situs Judi Bo Slot Online Indonesia by Bet88

PremiumBola Situs Resmi Slot88 – Slot Gacor Situs Judi Bo Slot – Slot Online Indonesia by Bet88 Terpercaya Terbaik Terbesar Terbaru Deposit Pulsa Tanpa Potongan

Peran Ekonom Berpengaruh Yang Mengubah Sejarah AS II

Peran Ekonom Berpengaruh Yang Mengubah Sejarah AS II – Ekonomi memiliki dampak yang besar pada kualitas hidup kita. Influencer ekonomi seperti akademisi, jurnalis, profesional industri, dan bahkan gubernur bank sentral telah berbagi pemikiran mereka tentang semua hal ekonomi, keuangan, kebijakan moneter, dan politik yang ringkas namun informatif dalam sejarah yang berpengaruh dalam perkembangan di Amerika Serikat. Berikut ini adalah kelanjutan dari beberapa ekonom paling berpengaruh dalam sejarah.

6. dan 7. Abhijit Banerjee dan Esther Duflo

Peran Ekonom Berpengaruh Yang Mengubah Sejarah AS II

Abhijit Banerjee lahir di Mumbai dari keluarga ekonom. Kedua orang tuanya adalah profesor di Calcutta, dan ia menerima pendidikan ekonominya sendiri di India sebelum memperoleh gelar Ph.D. dari Universitas Harvard. Dia sekarang mengajar di MIT, di mana dia bertemu calon istrinya, ekonom kelahiran Prancis Esther Duflo. Pada tahun 2003 mereka mendirikan Poverty Action Lab dengan Sendhil Mullainathan.

Poverty Action Lab paling terkenal karena pendekatan eksperimentalnya terhadap ekonomi pembangunan. Daripada mengandalkan model matematika atau data pengamatan, Banerjee dan Duflo membuat uji coba acak untuk menentukan efektivitas pengeluaran pemerintah untuk bahan ajar, vaksinasi, dan kebijakan lainnya.

Misalnya, mereka mengukur dampak dari Universal Basic Income dengan memberikan pembayaran tanpa syarat kepada penduduk desa-desa miskin di Kenya. Desa yang berbeda menerima jenis pembayaran yang berbeda, dan beberapa dipilih sebagai kelompok kontrol. Dengan mengukur peningkatan ekonomi setelah pembayaran tersebut, para ekonom dapat secara akurat mengukur efek UBI seefektif dokter yang melakukan uji coba obat.

Banerjee dan Duflo dianugerahi Nobel Prize for Economics pada 2019, bersama dengan Michael Kremer dari Universitas Chicago. Dalam inisiatif terbaru mereka, Lab Aksi Kemiskinan mendanai proyek untuk menangani Sistem Perawatan Kesehatan AS.

8. Nouriel Roubini

Nouriel Roubini lahir di Iran dari keluarga Yahudi Ortodoks, yang kemudian beremigrasi ke Israel. Sejak itu, ia juga tinggal di Turki, Italia, dan Amerika Serikat, menggambarkan dirinya sebagai “global nomad”. Ia memperoleh gelar B.A. di bidang ekonomi. di Milan, sebelum mendapatkan gelar PhD. di Universitas Harvard. Dia sekarang mengajar di NYU’s Stern School of Business.

Selain penelitian, Roubini juga berkontribusi dalam pembuatan kebijakan ekonomi di lembaga-lembaga seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, dan Federal Reserve. Dia juga bertugas di Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih selama pemerintahan Clinton, serta untuk Departemen Keuangan.

Roubini paling terkenal karena memprediksi krisis keuangan 2008 secara akurat. Dalam sebuah makalah posisi tahun 2006 untuk IMF, dia memperingatkan bahwa gelembung real estat akan segera runtuh, menyebabkan resesi besar. Peringatan kenabian ini membuatnya mendapat julukan “Dr. Doom.”

Roubini juga dikenal karena posisinya yang merugikan pada bitcoin, yang dia gambarkan sebagai “the mother of all scams”. Dia juga mengkritik teknologi blockchain yang “useless”, pada saat pasar masih sangat optimis tentang penawaran buku besar yang didistribusikan.

9. Hernando de Soto

Peran Ekonom Berpengaruh Yang Mengubah Sejarah AS II

Hernando de Soto lahir di Peru, meskipun ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Eropa setelah kudeta militer negara itu. Dia paling terkenal sebagai arsitek reformasi ekonomi neoliberal Peru; namun, karyanya telah mempengaruhi seluruh belahan bumi Barat.

Pada tahun 1979, de Soto kembali ke Peru dan mendirikan Institute for Liberty and Democracy, sebuah wadah pemikir neoliberal yang sangat dipengaruhi oleh Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Dengan dana besar dari pemerintah AS, ILD mempromosikan kebijakan dan undang-undang pasar bebas untuk menangani hubungan dan arbitrase properti informal negara tersebut. De Soto adalah penasihat utama Presiden Fujimori (1990-2000), yang dia bujuk untuk mengadopsi terapi kejut.

Sementara ILD telah kehilangan popularitas di Peru, de Soto terus berdebat untuk reformasi pasar bebas di seluruh belahan bumi Barat. Karyanya mengilhami Konsensus Washington dan mendukung pembentukan NAFTA. Kontribusi De Soto telah diakui oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Bill Clinton.

10. Janet Yellen

Janet Yellen lahir di Brooklyn dari keluarga Yahudi keturunan Polandia. Dia memperoleh gelar sarjana ekonomi di Brown, sebelum mendapatkan gelar M.A. dan Ph.D. di Universitas Yale.

Sebagian besar karir penelitian Yellen dihabiskan untuk mempelajari pasar tenaga kerja dan efek dari kebijakan pemerintah. Dia telah menganjurkan mendukung filosofi ekonomi Keynesian, mendukung stimulus ekonomi dan posisi moderat pada inflasi, sementara juga mendukung reformasi untuk hak-hak pemerintah tertentu.

Pada tahun 1994, ia diangkat ke Federal Reserve Board of Governors, di mana menjabat sampai ia menjadi Ketua Dewan Penasihat Ekonomi. Sejak itu, dia telah menjabat beberapa peran lain di Federal Reserve, yang berpuncak pada Ketua Federal Reserve dari 2014 hingga 2018. Dia diangkat sebagai Menteri Keuangan AS oleh Presiden Biden pada 2021.

editor

Back to top